Friday, October 7, 2011

Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial di Era Globalisasi


Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial di Era Globalisasi












Oleh : Millati Izzatillah

I.                   Pendahuluan
A.      Latar Belakang
    Struktur Sosial, adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari kehidupan bermasyarakat, yang mana berarti sebuah tatanan social dan posisi sosial di dalam sebuah masyarakat. Dan didalam struktur social lazim kita jumpai adanya ketidak samaan sosial. Ketidaksamaan ini pada umumnya dilihat dari dua aspek, yaitu ketidaksamaan sosial secara horizontal (perbedaan antar individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya tingkatan yang lebih tinggi atau yang lebih rendah ) dan ketidaksamaan social secara vertical(perbedaan antar individu atau kelompok dalam masyarakat yang menunjukkan adanya tingkatan yang lebih tinggi atau yang lebih rendah).  Adanya ketidaksamaan ini menimbulkan berbagai konflik dikehidupan masyarakat baik antar individu ataupun kelompok. Sedangkan konflik yang terjadi akan menimbulkan berbagai dampak, yang akan mempengaruhi kelangsungan hidup setiap individu di masyarakat.
B.      Tujuan
Ketidaksamaan sosial terdiri dari dua aspek, yaitu Horizontal yang disebut juga Deferensiasi sosial dan Vertikal yang disebut juga Stratifikasi sosial. Dengan mempelajari makna sebenarnya dari Deferensiasi sosial dan Stratifikasi sosial, hendaknya kita mengerti bagaimana menyikapi  Deferensiasi sosial dan Stratifikasi sosial yang terjadi di Era kita sekarang ini, Era Globalisasi.  


II.                 Tinjauan Teori
Ketidaksamaan sosial dapat kita lihat dan amati di dalam kehidupan sekitar kita. Faktor- faktor yang membentuk ketidaksamaan sosial dapat di jabarkan sebagai berikut:
·         Ciri fisik
·         Kemampuan atau potensi diri
·         Geografis
·         Budaya
·         Latar belakang sosial
Dari faktor - faktor tersebut dapat menimbulkan konflik-konflik yang kejadiannya  tidak jauh dengan apa yang seetiap anggota masyarakat rasakan. Contoh konflik-konflik tersebut adalah :
Konflik antarkelas
Didalam kehidupan bermasyarakat, sering kita jumpai si kaya, si miskin, si jenius, si bodoh, sang penguasa, yang tertindas, dan lain sebagainya. Inilah yang disebut dengan  lapisan-lapisan sosial yang melibatkan  ukuran-ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas-kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas.
Contoh: demo karyawan karena adanya pengurangan kapasitas pegawai perusahaan, ini menggambarkan konflik antara kelas karyawan  dengan pengusaha.

Konflik antar kelompok sosial
Bermacam Agama, profesi, suku, bangsa, dan ras membentuk suatu kelompok sosial.  Apabila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik.
Contoh:. Perbedaan status antara kulit hitam dan kulit putih.

Konflik antargenerasi
Konflik antar generasi ini terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.
Contoh: Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.(Hastantyo’s Blog)









III.              Metodologi
Setiap orang memiliki sudut pandang dan penilaian terhadap sesuatu. Oleh karena itu dibuatlah kesimpulan yang diambil dari rata-rata jumlah yang paling banyak untuk dapat menentukan sesuatu.  
Pertanyaan
Ya
Tidak
Perlukah  adanya ketidaksamaan sosial di kehidupan masyarakat?


Apakah Anda memandang diri seseorang dengan status sosialnya?


Table1. Penilaian terhadap ketidaksamaan sosial.
 
Pentingkah status sosial untuk anda dalam mengenal seseorang?


Menurut penilaian dari sample sejumlah anggota masyarakat tujuh puluh persen mengatakan ketidaksamaan sosial sangat wajar terjadi karena pada dasarnya manusia selalu ingin membuat dirinya menjadi lebih baik dengan menaikan derajat hidupnya.









IV.              Studi Kasus
Sesungguhnya solusi dari ketidaksamaan sosial hanyalah satu kata yaitu “Toleransi” Makna Toleransi disini  adalah  “istilah dalam konteks sosialbudaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politikorientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.” Sumber: www.wikipedia.com
Dengan adanya toleransi akan terciptalah suatu budaya perdamaian seperti pada semboyan negara Indonesia binekha tunggal ika yang bermakna berbeda tetap satu jua.








V.                Pembahasan
A.    Deferensiasi
i.                   Definisi
Jika  diperhatikan, masyarakat yang ada di sekitar kita mempunyai banyak sekali perbedaan-perbedaan. Perbedaan-perbedaan itu antara lain dalam agama, ras, etnis, clan (klen), pekerjaan, budaya, maupun jenis kelamin.
Akan tetapi perbedaan-perbedaan itu tidak dapat diklasifikasikan secara bertingkat/vertikal seperti halnya pada tingkatan dalam lapisan ekonomi dan pendidikan , yaitu lapisan tinggi, lapisan menengah dan lapisan rendah. Perbedaan itu hanya secara horizontal yaitu mendatar. Pengelompokan horisontal yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klen dan agama disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berasarkan perbedaan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial.
ii.                 Wujud Deferensiasi Sosial
·         Deferensiasi Menurut Ras à Ketidaksamaan sosial karena perbedaan fisik 
                                                    dan biologis dengan cirri-ciri tertentu di 
                                                     setiap individu.
Contoh ; ras kulit, mata, dan bentuk wajah.
·         Deferensiasi Sosial Menurut Etnisà Ketidaksamaan sosial yang 
                                                                 didasarkan  persamaan  kebudayaan 
                                                                (suku bangsa).
Contoh ;  suku jawa, batak ,minang dan sebagainya.
·         Deferensiasi Sosial Menurut Agamaà Ketidaksamaan sosial yang 
                                                                 didasarkan  pada  apa yang dianut  
                                                                dan di pedomani.
·         Deferensiasi Sosial Menurut Genderà Ketidaksamaan sosial yang 
didasarkan  gender seseorang yang    mana termasuk watak, psikologis, dan pengetahuan kesadaran.   
B.    Stratifikasi
i.                   Definisi
 Sejumlah ahli sosiologi mendefinisikan stratifikasi sebagai berikut ;
Ø  Mosca
Stratifikasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya.
Ø  Max Weber
Stratifikasi sosial merupakan penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu system sosial tertentu atas lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, privilese, prestise.
Ø  Pitirim A. Sorokin
Stratifikasi sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat.
ii.                 Macam Kelas Sosial dalam masyarakat.
v Kategorisasi Umum
·         Berdasarkan  status ekonomi                                             
ü  Golongan sangat kaya
ü   Golongan kaya
ü  Golongan miskin
·         Berdasarkan  status sosial à Karena adanya perbedaan dalam penghormatan dan status sosialnya.                                               
Contoh ;  Kasta brahmana lebih tinggi derajatnya dari pada kasta satria.

·         Berdasarkan  status politik à Ketidaksamaan sosial yang 
didasarkan  pada  kekuasaan dan wewenang.  
ü  Pejabat (Eksekutif, legislative, yudikatif)
ü  Rakyat biasa
                                                               
·         Berdasarkan  Hirarki militer
ü  Perwira
ü  Bintara
C.     Pengaruh Stratifikasi dan Deferensiasi sosial di Era Globalisasi
Era globalisasi, era yang kita jalani saat ini. Era yang dimana teknologi dan informasi menjadi ujung tombak untuk hidup di era ini. Kemajuan teknologi  semakin canggih seiring  dengan berjalanya waktu.Keadaan  itu akan membuat manusia dapat mengakses dan menjalankan hidupnya menjadi lebih mudah dan instan. Di era ini perbedaan gaya hidup sangat jelas terlihat. Gaya hidup atau Life style merupakan symbol untuk menampakan identitas diri atau identitas kelompok . Karena yang dapat menggunakan kecanggihan teknologi adalah kalangan masyarakat berstatus sosial tinggi, khususnya pada status ekonominya.
Sedangkan pada deferensiasi di era ini tidak terlalu menonjol, karena sikap toleransi sudah mulai tumbuh untuk ketidaksamaan sosial secara horizontal.  Menghormati seseorang yang beragama lain, atau bersuku bangsa lain misalnya, ini sudah menunjukan bahwa ketidaksamaan sosial bisa diatasi oleh toleransi.

D.    Dampak Positif dan Negatif  Stratifikasi dan Deferensiasi sosial di Era Globalisasi
i.                    Dampak positif   Stratifikasi
-          Setiap orang akan terus berusaha untuk meningkatkan derajat kehidupan mereka.
-          Setiap orang akan berlomba-lomba untuk berprestasi.
-           Setiap orang mempunyai kesempatan untuk memajukan taraf hidup.
-          Dapat mengikuti perkembangan zaman
ii.                  Dampak negatif Stratifikasi
-          Terjadinya kesenjangan sosial
-          Timbul konflik-konflik antar individu, kelompok, bahkan generasi.
iii.                Dampak positif   Deferensiasi
-          Menjaga kestabilan budaya
-          Mempertinggi semangat patriotism
-          Memperkuat tingginya rasa cinta terhadap bangsa
iv.                Dampak negatif Deferensiasi
-          Adanya sesuatu yang dianggap istimewa dibandingkan dengan  kelompok lain.
-          Adanya sikap saling mempertahankan dan pembelaan yang akan menimbulkan konflik-konflik.



E.     Upaya menanggapi Deferensiasi dan Stratifikasi
·         Setiap anggota masyarakat di beri kesempatan yang sama.
·         Program pengurangan kemiskinan.
·         Diwajibkan belajar untuk semua lapisan masyarakat.
·         Menegakkan supermasi Hukum
·         Mengembangkan rasa Nasionalisme.
·         Setiap anggota masyarakat harus ikut serta dalam membangun masyarakat itu sendiri.





VI.              Penutup
Ketidaksamaan sosial bukan lah suatu pemicu timbulnya konflik, seharusnya keadaan ini menjadi pemersatu. Karena setiap individu diciptakan sangat spesial, tidak ada yang sama satu sama lain. Oleh karena itu, toleransi menjadi kunci utama akan perdamaian seluruh umat manusia di dunia.















VII.           Daftar pusaka
Lembaga Pendidikan dan Konsultasi Belajar, Galileo Education Modul 11 IPS SMA
Saptono, Bambang Suteng S.2007. Sosiologi untuk SMA kelas XI . Jakarta: Phibeta
S Alam. 2009.Ekonomi untuk SMA dan MA kelas XI.Jakarta: Esis
(diakses pada 6 oktober 2011)
(diakses pada 6 oktober 2011)












No comments:

Post a Comment